Langsung ke konten utama

Cara Menghindari Cedera Saat Bermain Gitar agar Tetap Nyaman Berlatih

Benarkah Bermain Gitar Bisa Menyebabkan Cedera?

Jawabannya: bisa.

Kalau kamu masih baru belajar gitar, mungkin tidak terbayang bahwa bermain gitar bisa menyebabkan cedera. Saya pun dulu berpikir demikian. Namun kenyataannya, saya pernah mengalaminya sendiri. Beberapa teman gitaris saya juga pernah mengalami hal yang sama, bahkan  murid saya juga pernah merasakan cedera akibat bermain gitar.

Lalu, bagaimana hal ini bisa terjadi?

Bermain Gitar Melibatkan Banyak Otot

Banyak orang mengira saat bermain gitar yang bekerja hanyalah jari-jari yang menekan senar. Padahal, tubuh kita menggunakan jauh lebih banyak otot daripada itu.

Saat bermain gitar, otot yang terlibat meliputi jari, pergelangan tangan, lengan bawah, bahu, leher, hingga punggung dan pinggang. Karena melibatkan banyak otot, tentu saja risiko cedera tetap ada, terutama jika teknik bermain atau kebiasaan latihannya kurang tepat bahkan salah.

Cedera yang paling sering dialami gitaris biasanya terjadi di area jari, pergelangan tangan, dan lengan bawah karena bagian inilah yang bekerja paling aktif, walaupun secara historis juga ada yang sakit punggung juga.

1. Tidak Melakukan Warm Up

Salah satu penyebab cedera yang paling umum adalah melewatkan pemanasan atau warm up. Setidaknya, itulah yang pernah saya alami.

Warm up saat bermain gitar sebenarnya sangat sederhana. Tidak perlu latihan khusus yang rumit. Cukup awali latihan dengan memainkan teknik atau lagu secara perlahan.

Bagi pemula, hal ini biasanya terjadi secara alami karena mereka memang belum bisa bermain cepat. Namun bagi gitaris yang sudah terbiasa memainkan berbagai lagu, sering kali langsung memainkan lagu bertempo cepat tanpa pemanasan terlebih dahulu.

Kebiasaan inilah yang sebaiknya dihindari.

Jika kamu berlatih di pagi hari, lakukan warm up dengan tempo yang lebih lambat lagi. Kondisi otot jari umumnya masih terasa lebih kaku di pagi hari dibandingkan siang atau malam hari.

Meskipun berlatih pada siang, sore, atau malam hari, warm up tetap tidak boleh dilewatkan. Sebaiknya miliki latihan khusus selama beberapa menit sebagai pemanasan sebelum masuk ke materi utama.

2. Posisi Bermain yang Kurang Tepat

Penyebab berikutnya adalah posisi bermain yang kurang benar.

Posisi yang dimaksud bukan hanya cara duduk, tetapi juga posisi tangan, pergelangan, hingga cara menekan senar. Posisi yang salah dapat memberikan tekanan berlebihan pada otot dan sendi sehingga lama-kelamaan menimbulkan rasa sakit.

Banyak orang menganggap rasa sakit adalah bagian dari proses belajar gitar. Padahal, kita perlu bisa membedakan antara otot yang lelah dengan cedera.

Misalnya, rasa perih pada ujung jari akibat terbentuknya kapalan merupakan hal yang wajar bagi pemula. Namun jika rasa sakit muncul di dalam pergelangan tangan, lengan, atau otot dan terus terasa meskipun sudah beristirahat, hal tersebut tidak boleh diabaikan.

Cara paling mudah membedakannya adalah dengan mengingat sensasi ketika otot mengalami kram. Rasanya tentu berbeda dengan rasa sakit akibat kulit tertekan atau terbentur benda keras.

3. Tidak Tahu Kapan Harus Beristirahat

"Lho, kok malah disuruh berhenti latihan?"

Justru di sinilah banyak orang melakukan kesalahan.

Apa pun aktivitas yang menggunakan otot, termasuk olahraga maupun bermain alat musik, tetap membutuhkan waktu istirahat.

Bedanya, saat berolahraga kita biasanya lebih mudah menyadari ketika tubuh mulai kelelahan. Sementara saat bermain gitar, terutama ketika sedang menikmati latihan atau memainkan lagu favorit, kita sering tidak sadar bahwa otot sudah bekerja terlalu lama.

Akibatnya, kita terus bermain meskipun jari dan tangan sebenarnya sudah lelah.

Perlu diingat bahwa kemampuan otot setiap orang berbeda. Semangat berlatih memang penting, tetapi jika dipaksakan terus-menerus tanpa istirahat, risiko cedera akan semakin besar.

Berapa Lama Sebaiknya Latihan Gitar?

Berdasarkan pengalaman saya, untuk pemula sebaiknya latihan dilakukan selama 15–25 menit per sesi. Bahkan, latihan selama 10–15 menit setiap hari sering kali sudah cukup, asalkan dilakukan secara rutin.

Sementara itu, bagi pemain yang lebih berpengalaman, usahakan untuk beristirahat sejenak setelah sekitar 45 menit bermain.

Ingat, kualitas latihan jauh lebih penting daripada durasinya. Latihan yang singkat tetapi konsisten akan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan memaksakan bermain berjam-jam hingga tubuh mengalami cedera.

Penutup

Belajar gitar memang membutuhkan konsistensi, tetapi jangan sampai semangat belajar justru membuat tubuh mengalami cedera.

Lakukan warm up sebelum bermain, perhatikan posisi tubuh dan teknik bermain, serta berikan waktu istirahat yang cukup. Dengan begitu, kamu bisa menikmati proses belajar gitar dalam jangka panjang tanpa harus terganggu oleh cedera yang sebenarnya bisa dicegah.


Buat kamu yang ingin belajar gitar dimanapun, kapanpun dengan biaya murah, cek disini.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ganti Senar? Apakah Senar Gitar Harus Diganti Bersamaan?

Dalam konteks ini ada dua hal yang menjadi perhatian. Yang pertama adalah ketika akan mengganti satu set gitar, apakah harus dilepas semua terlebih dahulu atau diganti satu persatu. Dan konteks yang kedua adalah jika ada salah satu senar gitar yang putus, apakah kita cukup menggantinya dengan senar yang putus tadi atau menggantingya dengan satu set? Mari kita bahas satu persatu dimulai dengan jika kamu mengganti senar langsung satu set.  Awalnya saya juga agak bingung ketika pertama kali mengganti senar satu set. Apakah senar harus saya lepas semua, lalu memasangnya semuanya. Atau melepas satu senar lalu langsung menggantinya dengan semar yang baru? Buat kamu saja yang mengalami kebingungan sama seperti saya dulu, pada dasarnya semua cara tadi diperbolehkan. Setidaknya dari pengalaman saya,. Saya mencoba dua cara tadi dan kedua menurut saya cukup aman.Tidak ada pengaruh pada settingan neck pada gitar. Hal yang berpengaruh pada setting neck gitar adalah ketika kita mengganti senar g...

Apa Untungnya Menggunakan Senar Tipis dan Sebaliknya?

Jika kamu ke toko musik untuk membeli senar, biasanya mereka menjual berbagai jenis dan ukuran senar gitar. Sering kali hal ini membingungkan terutama buat kamu yang baru sekali dua kali membeli senar gitar. Sebagai beginner seperti saya dulu, taunya ukuran senar gitar itu sama. Kenyataannya tidak. Ambil contoh saja senar gitar akustik yang ada dipasaran ada ukuran 0.10 ,hingga 0.13. Ukuran ini berpatokan pada ketebalan pada senar satu. Belum lagi variasi ketebalan senar yang berbeda pada senar 6 walaupun ukuran senar satunya sama. Pastinya jika kamu akan menggunakan ukuran senar yang berbeda kamu harus menseting ulang neck gitar kamu. Karena ketebalan senar akan berpengaruh pada tegangan (stress/tarikan) pada neck dan bodi gitar. Jika seting pada neck gitar tidak sepadan dengan dengan tarikan senar gitar maka neck gitar berpotensi menjadi bengkok. Secara langsung ketebalan senar akan berpengaruh pada feel dan sound gitar kamu. Dengan senar yang lebih tipis tentu saja suara yang di...

Kapan Kamu Harus Berhenti Kursus Gitar?

Kenapa hal ini harus dipertanyakan? atau akan saya tanya dengan apakah kamu kursus gitar seumur hidup kamu? Bisa iya, namun kebanyakan akan menjawab tidak. Alasan paling sederhana adalah karena biaya. Tapi ternyata dari pengalaman saya mengajar gitar yang sudah lebih dari 10 tahun bukan biaya alasannya. Baik, kita lihat sistem pendidikan kita. SD, SMP, SMA, Sarjana dan seterusnya. Semua selalu ada mulai dan akhirnya. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa sebenarnya kita tidak berhenti belajar walaupun kita telah lulus dari S3 sekalipun. Ada beberapa orang di antara kita yang haus akan ilmu, ada yang haus akan informasi, ada juga yang hanya rasa penasaran. Untuk belajar musik  baik itu pastinya ada langkah demi langkah. Ini tidak berbeda dengan belajar di sekolah yang lebih banyak pendekatan untuk pendidik formal. Maka dari itu dalam sebuah kursus atau sekolah musik biasanya ada grade yang menandakan pencapaian tertentu skill tertentu.  Sama kaya SD selama 6 tahun, SMP 3 tahun...