Langsung ke konten utama

Kenapa Memilih Kursus Belajar Gitar daripada Belajar Lewat Youtube?

Tidak bisa dipungkiri efek dari Youtube ini benar-benar besar. Youtube sekarang tidak hanya sebagai hiburan, namun juga bisa menjadi sumber informasi yang sangat luas. Dengan begitu banyak content creator tentu saja banyak channel yang membahas tentang pergitaran.

Channel-channel ini tidak hanya berisi tentang cover-cover lagu belaka namun juga tutorial tentang belajar memainkan lagu tertentu atau bahkan tips-tips bermain gitar. Tentu saja tujuan dari content creator ini untuk mendapatkan subscriber, like dan tentu saja pada akhirnya cuan.

Namun banyak sekali murid-murid saya yang belajar gitar dengan saya pernah belajar menggunakan tutorial di youtube dan akhirnya menyerah dan tetap memutuskan untuk mengambil kelas gitar dengan saya. Jadi saya merangkum beberapa alasan kenaapa lebih baik memilih belajar gitar di tempat kursus.


1. Pengajaran Gitar Yang Terstruktur

Jika kita lihat begitu banyak tutorial belajar gitar di Youtube, umumnya apa yang disajikan adalah potongan-potongan informasi tentang ilmu bermain gitar. Namun potongan-potongan tersebut sangat banyak, sehingga tidak tersusun secara sistematis.

Ibarat kita ingin merakit sebuah lemari, yang bentuknya saja kita tidak tahu, potongan-potongan bahannya berserakan maka ini menjadi sebuah masalah. Namun keberadaan buku manual akan sangat membantu merakit lemari tersebut.

Buku manual tentu saja dibuat berurutan sehingga memudahkan kita dalam merakit lemari tersebut. Sama juga dengan belajar gitar. Belajar gitar yang baik tentu saja dengan belajar secara terstruktur.


2. Pembelajaran Dua Arah

Karena Youtube ini media social yang diakses oleh orang banyak membuat setiap content creator tidak selalu bisa menjawab semua pertanyaan di kolom komentar. Terutama yang berhubungan dengan teknik bermain gitar. Teknik bermain gitar tidak cukup hanya dengan komentar. Teknik main gitar tentu harus ditunjukkan atau dipraktekkan. 

Ketika seseorang mencoba tips yang dia dapat dari youtube (dengan catatan mereka ini adalah pemula), mereka mencoba meniru apa yang diajarakan, namun sebenarnya apa yang mereka mainkan belum tentu sama persis seperti apa yang dilihat di youtube. Dan jika ada kendala pada saat mencobanya mereka sering kali tidak tau atau tidak tahu harus bagaimana.

Artinya jika seseorang memainkan teknik tertentu dengan menirunya, hal yang paling baik adalah ada seseorang memberi masukan apakah yang dimainkan itu sudah sesuai dengan teknik yang seharusnya. Dan orang tersebut adalah guru gitar.

Hal ini juga yang sangat membedakan dengan belajar gitar yang hanya menggunakan tutorial di youtube yang lebih banyak satu arah. Efeknya tentu saja, belajar dengan satu arah bisa berakibat kesalahan mendasar dari teknik gitar itu sendiri atau manfaat dari latihan gitar itu sendiri yang menjadi tidak maksimal. Tidak maksimal artinya kamu sudah membuang waktu berharga kamu.


3. Hubungan Personal

Karena belajar dengan seorang guru ini akan secara tidak langsung membuat ada keterikatan secara emosional maka guru gitar kamu ini ibarat seorang guru pribadi (privat). Tentu saja dengan adanya hubungan keterikatan yang lebih dalam ini guru akan bisa memberikan teknik yang paling sesuai dengan muridnya. 

Karena tiap murid memiliki latar belakang yang berbeda-beda sehingga perlakuan tiap murid itu seharusnya tidak sama, walaupun materi yang diberikan sama. Hal inilah yang tidak bisa didapat belajar gitar di Youtube. Dengan cara menangkapa materi yang berbeda-beda maka pendekatan guru ke murid umumnya dengan cara berbeda.

Sedangkan via youtube umumnya hanya memandang kendala dalam bermain gitar dalam konteks yang cukup umum. Detail-detail pada teknik tertentu harus dilihat langsung ke kondisi murid.

Dengan guru (privat), mereka juga akan bisa memberikan motivasi ke murid-muridnya dan memberikan tips-tips yang disesuaikan dengan kesulitan tiap murid gitarnya sehingga ilmunya lebih membawa manfaat.


4. Bisa Lebih di Percaya

Bukan berarti belajar gitar via youtube tidak dipercaya. Namun ada beberapa kasus saya menemukan channel yang memberikan tutorial tanpa pondasi musik yang kuat. Hanya karena mereka bisa memainkan satu lagu, lalu mengajar di youtube, namun tidak secara isitilah dan arah pengajaran yang benar malah bisa jadi menyesatkan. Contoh saja orang-orang yang mengajar di youtube masih banyak tidak bisa membedakan antara kunci dan akord di gitar.

Berbeda dengan belajar gitar di kursusan yang umumnya para guru seharunya punya standar yang sesuai dengan silabus atau standara dari guru mereka yang bisa jadi belajar dari sebuah institusi ternama seperti ABRSM, atau Trinity.

Umumnya guru-guru yang mengajar di sebuah lembaga lebih terpercaya. Pastinya percaya terhadap lembaganya. Berasal dari mana sehingga berharap rekrutan guru-guru pada kursusan tersebut lebih bisa dipertanggungjawabkan.


5. Membuka Dimensi Belajar Yang Baru

Apa artinya? sebenarnya belajar gitar itu banyak jalurnya, namun umumnya belajar gitar di kursusan membuka dimensi jalur pembelajaran yang lain, salah satunya bisa mengikuti ujian dan konser musik. Kedua hal ini adalah salah satu booster dan penyemangat dalam latihan gitar. 

Walaupun diawal belajar gitar mungkin tidak akan terpikirkan untuk perform atau harus mengikuti ujian. Namun dari pengalaman saya mengajar, siswa yang mengikuti ujian atau konser akan memiliki target belajar. Target belajar ini menjadikan proses belajar lebih fokus, intens dan tertruktur sehingga pencapaian ketika belajar gitar lebih terasa.

Misalkan bsia memainkan teknik atau teknik tertentu yang dibuktikan dengan ujian dan perform dalam sebuah konser. 


Semoga bermanfaat

Harwindho

Pengajar Gitar Offline dan Online, cek di sini 

Buat kamu yang ingin belajar musik di area kota Jogja / Yogyakarta, bisa cek di sini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ganti Senar? Apakah Senar Gitar Harus Diganti Bersamaan?

Dalam konteks ini ada dua hal yang menjadi perhatian. Yang pertama adalah ketika akan mengganti satu set gitar, apakah harus dilepas semua terlebih dahulu atau diganti satu persatu. Dan konteks yang kedua adalah jika ada salah satu senar gitar yang putus, apakah kita cukup menggantinya dengan senar yang putus tadi atau menggantingya dengan satu set? Mari kita bahas satu persatu dimulai dengan jika kamu mengganti senar langsung satu set.  Awalnya saya juga agak bingung ketika pertama kali mengganti senar satu set. Apakah senar harus saya lepas semua, lalu memasangnya semuanya. Atau melepas satu senar lalu langsung menggantinya dengan semar yang baru? Buat kamu saja yang mengalami kebingungan sama seperti saya dulu, pada dasarnya semua cara tadi diperbolehkan. Setidaknya dari pengalaman saya,. Saya mencoba dua cara tadi dan kedua menurut saya cukup aman.Tidak ada pengaruh pada settingan neck pada gitar. Hal yang berpengaruh pada setting neck gitar adalah ketika kita mengganti senar g...

Apa Untungnya Menggunakan Senar Tipis dan Sebaliknya?

Jika kamu ke toko musik untuk membeli senar, biasanya mereka menjual berbagai jenis dan ukuran senar gitar. Sering kali hal ini membingungkan terutama buat kamu yang baru sekali dua kali membeli senar gitar. Sebagai beginner seperti saya dulu, taunya ukuran senar gitar itu sama. Kenyataannya tidak. Ambil contoh saja senar gitar akustik yang ada dipasaran ada ukuran 0.10 ,hingga 0.13. Ukuran ini berpatokan pada ketebalan pada senar satu. Belum lagi variasi ketebalan senar yang berbeda pada senar 6 walaupun ukuran senar satunya sama. Pastinya jika kamu akan menggunakan ukuran senar yang berbeda kamu harus menseting ulang neck gitar kamu. Karena ketebalan senar akan berpengaruh pada tegangan (stress/tarikan) pada neck dan bodi gitar. Jika seting pada neck gitar tidak sepadan dengan dengan tarikan senar gitar maka neck gitar berpotensi menjadi bengkok. Secara langsung ketebalan senar akan berpengaruh pada feel dan sound gitar kamu. Dengan senar yang lebih tipis tentu saja suara yang di...

Kapan Kamu Harus Berhenti Kursus Gitar?

Kenapa hal ini harus dipertanyakan? atau akan saya tanya dengan apakah kamu kursus gitar seumur hidup kamu? Bisa iya, namun kebanyakan akan menjawab tidak. Alasan paling sederhana adalah karena biaya. Tapi ternyata dari pengalaman saya mengajar gitar yang sudah lebih dari 10 tahun bukan biaya alasannya. Baik, kita lihat sistem pendidikan kita. SD, SMP, SMA, Sarjana dan seterusnya. Semua selalu ada mulai dan akhirnya. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa sebenarnya kita tidak berhenti belajar walaupun kita telah lulus dari S3 sekalipun. Ada beberapa orang di antara kita yang haus akan ilmu, ada yang haus akan informasi, ada juga yang hanya rasa penasaran. Untuk belajar musik  baik itu pastinya ada langkah demi langkah. Ini tidak berbeda dengan belajar di sekolah yang lebih banyak pendekatan untuk pendidik formal. Maka dari itu dalam sebuah kursus atau sekolah musik biasanya ada grade yang menandakan pencapaian tertentu skill tertentu.  Sama kaya SD selama 6 tahun, SMP 3 tahun...