Pencarian tone gitar elektrik terkadang tidak semudah memesan mie goreng di warmindo. Buat pemula kadang punya gitar elektrik dengan senar tanpa karat saja sudah enak banget mainnya. Namun tidak sedikit dari kita sangat sensitif terhadap tone yang dihasilkan oleh gitar kita. Beberapa gitaris meng-custom pick up gitarnya, bisa dengan mengganti pick up gitarnya. Ada juga dengan membeli berbagai efek gitar. Namun tidak hanya itu saja, kedua pilihan tadi tentu lebih banyak menghabiskan biaya. Salah satu yang lebih murah adalah mengganti senar. Di pasaran begitu banyak merk gitar elektrik, cukup membuat kita bertanya, "Apa sih bedanya?". Tidak hanya itu, ukuran yang tersedia juga berbagai macam, begitu juga jenis material yang mereka gunakan. Berbeda ukuran senar juga sedikit mempengaruhi suara. Namun bagaimana dengan ukuran senar yang sama, merk yang sama namun material yang digunakan berbeda. Tentu saja ini berpengaruh tone yang akan dihasilkan. Kita ambil saya contoh merek sen...
Ketika mendengar kata ujian, banyak orang langsung membayangkan nilai, sertifikat, atau sekadar syarat untuk naik level. Hal yang sama juga sering terjadi di dunia musik. Tidak sedikit yang berpikir bahwa belajar tidak membutuhkan ujian karena toh tujuan akhirnya hanya bisa memainkan lagu favorit. Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu. Musik bukanlah ilmu yang "sekadar hobi". Buktinya, musik dipelajari secara serius hingga tingkat universitas dan menjadi bidang keilmuan yang memiliki standar kompetensi. Memang, dibandingkan mata pelajaran seperti matematika, sains, atau bahasa, musik sering dianggap kurang penting karena termasuk dalam ranah minat dan bakat. Namun bukan berarti proses belajarnya bisa dilakukan tanpa arah. Lalu, apakah belajar gitar benar-benar perlu mengikuti ujian? Jawabannya adalah ya, jika tujuanmu bukan hanya bisa memainkan gitar, tetapi juga ingin terus berkembang menjadi musisi yang lebih baik. Perlu dipahami bahwa ujian gitar bukan hanya tentang l...