Langsung ke konten utama

Apa Yang Ada Di Kepala Gitaris Ketika Bermain Improvisasi

Saya selalu penasaran dengan gitaris-gitaris keren seperti Jimi Hendrix, Eric Clapton, Julian Lage dan master-master gitar lainnya dengan lick-lick gitarnya. Salah satu dari mereka menjadi perhatian khusus saya pribadi terutama bagaimana cara dia berlatih improvisasi, yaitu Julian Lage.

Style dari Julian Lage adalah modern jazz. Karena musik yang dimainkan adalah Jazz, tentu saja musik ini tidak jauh dengan improvisasi. Julian Lage pernah mengatakan dalam satu hari dia bisa berlatih untuk bermain improvisasi hingga 5 jam-an. Tidak heran setiap Julian memainkan lagu karyanya bisa memiliki variasi yang berbeda-beda.

Diluar dari jenis musik jazz, kemampuan seorang gitarin dalam bermain improvisasi menurut saya menjadi hal yang sangat penting. Hal ini memberikan seorang gitaris menjadi lebih adaptif dalam berkarya atau berkolaborasi dengan musisi lainnya. Tidak hanya itu, bermain improvisasi bisa menjadi cara mencari jati diri. 

Akhirnya kita pasti mempertanyakan apa sih yang dipikirkan seorang gitaris ketika sedang bermain improvisasi terutama buat yang baru belajar gitar terutama yang sedang belajar bermain melodi.

Buat kamu yang baru terjun untuk memainkan melodi-melodi gitar bisa jadi belum tau apa itu improvisasi. Improvisasi bisa jadi dasar sebuah aransemen atau penciptaan lagu. Ilmu improvisasi biasanya dipakai seorang pemain yang terjun sebagai "jam session player".

Improvisasi tidak berdiri sendiri. Jika menilik dari katanya tentunya improvisasi harus memiliki landasan dari sebuah pertanyaan, "apa yang di improve?

Di zaman dulu, ketika musik klasik menjadi sesuatu yang mainstream, para komposer menggubah sebuah karya dengan menambahkan sebuah variasi (variation), dimana dalam sebuah tema melodi menjadi beberapa variation. Sedangkan dalam era modern sedikit banyak mirip seperti itu, perbedaannya adalah improvisasi dilakukan secara instan, tanpa proses pencatatan (ditulis dalam not balok).

Sebagai contoh, ketika gitaris memainkan sebuah lagu gundul-gundul pacul sebuah lagu daerah, setelah memainkan melodi utama selesai (tema melodi) dia akan menambahkan nada-nada lain yang tidak ada di tema lagu tersebut sehingga tercipta sebuah melodi baru, dan ini dilakukan langsung tanpa ada proses latihan, tanpa ada proses editing, tanpa ada proses analisis lagu berhari-hari.

Lalu apa sih yang sebenarnya ada di kepala gitaris ketika sedang berimprovisasi melodi?

Sebelum seorang gitaris bermain improvisasi tentu saja ada hal yang menjadi "reflek" gitaris tersebut. Reflek apa? banyak pastinya, dari nada, ritem, wawasan bermusik (style of music), progresi akord dan struktur lagu.

Kita bahas satu persatu ya...

Nada adalah yang utama menentukan sebuah lagu. Nada juga tidak terpisah dengan ritemnya (ritmisnya). Nada membentuk sebuah lagu. Improvisator yang baik tentunya dia bisa membayangkan nada yang akan dimainkan itu seperti apa, minimal apakah nadanya akan naik atau turun. Di kepalanya sudah terbayang melodi-melodi untuk mengisi akord yang dimainakan.

Yang berikutnya adalah ritme. Sebagai jantungnya musik, ritme membuat nada-nada tadi yang terbayang tadi menjadi hidup, karena ini yang akan menentukan apakah nada tadi akan masuk dalam tema sebuah lagu.

Wawasan bermusik untuk menentukan style of music dari seorang gitaris akan membuat dia bisa mengetahui tema dari lagu yang akan di improvisasikan sehingga nada-nada yang tercipta akan lebih cocok dimainkan pada part-part tertentu.

Pemahaman akord dan analisis progresi akord tentu tidak bisa dihindarkan karena hal ini juga yang membentuk struktur lagu tersebut, bagian verse, chorus atau interlude sehingga memahami di bagian mana ingin diisi melodi improvisasi tadi.

Kamu bayangkan semua tadi dalam waktu singkat harus sudah ada dikepala gitaris sebelum memulai improvisasi. Setidaknya itu yang saya lakukan.

Tentu saja sebelum memulai improvisasi kita harus mendengarkan sekilas lagunya, baik itu 2 bar, 4 bar, 8 bar atau bahkan satu part verse atau chorus atau interlude (struktur lagu). Jadi dalam kesemuanya itu tentu bukan hal yang mudah, karena tentu saja perlu latihan yang mendalam. Tidak cuma latihan, seorang improvisator hebat tentu saja sering mendengarkan lagu-lagu untuk dia analasis.

Semakin banyak musik (data) yang pernah dia dengar, semakin mudah memainkan improvisasi. Tentu saja dengan catatan dia sudah mengetahui teori musik, dan variasi berbagai scale di berbagai posisi.

Menurut saya kesimpulan yang bisa saya tulis disini adalah belajar bermain lick-lick gitar belum tentu jawaban yang tepat untuk menajamkan kemampuan improvisasi. Dengan banyak mendengarkan dan mengulik melodi di scale-scale yang pas akan membentuk gaya bermain gitaris itu sendiri. Dengan cara ini kamu akan menciptakan lick-lick gitar kamu sendiri.

Ibarat orang ingin bisa belajar bahasa jawa, lalu dia menghafalkan kosa kata basa Jawa, namun keseharian dia tidak bertemu langsung dengan orang jawa. Dia bisa berbahasa jawa, namun jika dibanding orang jawa asli akan tetap terasa perbedaannya.

Semoga bermanfaat.


Les Gitar Offline dan Online

Gitar Akustik, Klasik (ABRSM), Fingerstyle, Improvisasi Melodi, cek disini



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ganti Senar? Apakah Senar Gitar Harus Diganti Bersamaan?

Dalam konteks ini ada dua hal yang menjadi perhatian. Yang pertama adalah ketika akan mengganti satu set gitar, apakah harus dilepas semua terlebih dahulu atau diganti satu persatu. Dan konteks yang kedua adalah jika ada salah satu senar gitar yang putus, apakah kita cukup menggantinya dengan senar yang putus tadi atau menggantingya dengan satu set? Mari kita bahas satu persatu dimulai dengan jika kamu mengganti senar langsung satu set.  Awalnya saya juga agak bingung ketika pertama kali mengganti senar satu set. Apakah senar harus saya lepas semua, lalu memasangnya semuanya. Atau melepas satu senar lalu langsung menggantinya dengan semar yang baru? Buat kamu saja yang mengalami kebingungan sama seperti saya dulu, pada dasarnya semua cara tadi diperbolehkan. Setidaknya dari pengalaman saya,. Saya mencoba dua cara tadi dan kedua menurut saya cukup aman.Tidak ada pengaruh pada settingan neck pada gitar. Hal yang berpengaruh pada setting neck gitar adalah ketika kita mengganti senar g...

Apa Untungnya Menggunakan Senar Tipis dan Sebaliknya?

Jika kamu ke toko musik untuk membeli senar, biasanya mereka menjual berbagai jenis dan ukuran senar gitar. Sering kali hal ini membingungkan terutama buat kamu yang baru sekali dua kali membeli senar gitar. Sebagai beginner seperti saya dulu, taunya ukuran senar gitar itu sama. Kenyataannya tidak. Ambil contoh saja senar gitar akustik yang ada dipasaran ada ukuran 0.10 ,hingga 0.13. Ukuran ini berpatokan pada ketebalan pada senar satu. Belum lagi variasi ketebalan senar yang berbeda pada senar 6 walaupun ukuran senar satunya sama. Pastinya jika kamu akan menggunakan ukuran senar yang berbeda kamu harus menseting ulang neck gitar kamu. Karena ketebalan senar akan berpengaruh pada tegangan (stress/tarikan) pada neck dan bodi gitar. Jika seting pada neck gitar tidak sepadan dengan dengan tarikan senar gitar maka neck gitar berpotensi menjadi bengkok. Secara langsung ketebalan senar akan berpengaruh pada feel dan sound gitar kamu. Dengan senar yang lebih tipis tentu saja suara yang di...

Kapan Kamu Harus Berhenti Kursus Gitar?

Kenapa hal ini harus dipertanyakan? atau akan saya tanya dengan apakah kamu kursus gitar seumur hidup kamu? Bisa iya, namun kebanyakan akan menjawab tidak. Alasan paling sederhana adalah karena biaya. Tapi ternyata dari pengalaman saya mengajar gitar yang sudah lebih dari 10 tahun bukan biaya alasannya. Baik, kita lihat sistem pendidikan kita. SD, SMP, SMA, Sarjana dan seterusnya. Semua selalu ada mulai dan akhirnya. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa sebenarnya kita tidak berhenti belajar walaupun kita telah lulus dari S3 sekalipun. Ada beberapa orang di antara kita yang haus akan ilmu, ada yang haus akan informasi, ada juga yang hanya rasa penasaran. Untuk belajar musik  baik itu pastinya ada langkah demi langkah. Ini tidak berbeda dengan belajar di sekolah yang lebih banyak pendekatan untuk pendidik formal. Maka dari itu dalam sebuah kursus atau sekolah musik biasanya ada grade yang menandakan pencapaian tertentu skill tertentu.  Sama kaya SD selama 6 tahun, SMP 3 tahun...