Siapa sih yang belum tahu gitar dengan brand Gibson. Gibson adalah salah satu brand gitar terbesar di dunia, dengan gitarnya yang paling iconic yaitu Les Paul. Dari bentuk Les paul ini banyak brand-brand lain juga yang menggunakan bentuk model dari Gibson Les Paul ini.
Dari semua gitar Les Paul itu ada satu gitar Les Paul yang paling dekat dengan Gibson Les Paul itu sendiri, yaitu Les Paul keluaran dari Epiphone.
Kenapa paling dekat? karena secara logika saja Epiphone sendiri adalah salah satu anak perusahaan dari Gibson. Disebut anak perusahaan sebenarnya kaya kurang tepat juga, karena secara hitoris gitar Epiphone bahkan lebih tua dari pada Gibson. Epiphone sendiri berdiri di tahun 1873 oleh seorang Yunani, Anastasios Stathopoulos di zaman Ottoman Empire, sedangkan Gibson berdiri ditahun 1994 oleh Orville Gibson di Michigan.
Singkat cerita, Epiphone diakusisi Gibson ditahun 1957 sehingga beberapa lini gitar-gitar mereka menjadi "second" line dari produk-produk Gibson.
Dipasaran Epiphone Les Paul memiliki beberapa seri. Bisa dibilang ini adalah strategi marketing mereka, supaya gitar-gitar mereka bisa menjangkau dari berbagai background. Dari lini entry level seperti Epiphone Ltd special hingga seri top line mereka yang inspired by gibson.
Epiphone sendiri menawarkan harga dari harga 3 jutaan hingga diatas 10 jutaan. Berbeda dengan Gibson dimana gitar entry level mereka yaitu Gibson tribute saja sudah diatas 20 jutaan, belum lagi seri standar mereka yang bisa diatas 40 jutaan.
Buat kita orang Indonesia lebih akan berpikir untuk membeli gitar yang dibawah 10 juta, namun ada kalanya Gitar Gibson Les Paul itu lebih worthed dari pada Les Paul Epiphone.
Yang pertama tentu saja brand Gibson itu sendiri. Memiliki gitar gibson itu seperti sebuah investasi. Dimana hampir tidak ditemukan harga gitar gibson yang terawat baik harganya anjlok. Misal saja waktu beli gitar gibson jaman dulu diharga 15 juta, dengan seri yang sama saja sekarang harga barunya sudah 21 juta. Artinya jika kamu jual dengan harga 17 atau 18 juta orang masih mau beli.
Dengan ini membeli gitar Gibson itu seperti mempertahankan kekayaan. Di lain halnya dengan gitar Epiphone, gitar ini sudah dibranding oleh Gibson itu sendiri untuk gitar kelas dua mereka. Walaupun harganya bekasnya juga tidak turun, namun nilai value sendiri berbeda dan tidak sebaik gitar gibson itu sendiri.
Alasan yang kudua adalah yang menurut saya yang tidak bisa disamakan dengan gitar Epiphone yaitu material. Epiphone bisa menggunakan pick up yang sama dengan gibson, dan itu mereka lakukan di seri inspired by Gibson Les Paul 59. Atau penggunakan hardware yang sama, baik itu tuner, bridge dan potensio dan lain sebagainya. Dah hasilnya tidak akan bisa sama persis.
Lalu apa yang paling membedakan dari dua gitar tersebut? Tidak ada yang lain selain dari kualitas kayu yang digunakan. Jika kamu membandingkan top line Epiphone kamu harus membandingkan dengan top line dari gibson. Mudahnya saya membandingkan Epiphone Les Paul Standard lini dari inspired by Gibson dan Gibson Les Paul Standard yang paling terasa adalah tonewood dari material kayu yang digunakan.
Test paling mudah untuk mengetest adalah memainkan gitar tersebut tanpa dicolok ke ampli, maka akan terasa perbedaan resonansi dan getaran. Apakah ini penting di gitar elektrik? Buat sebagian orang tidak terlalu pernting, namun bagi saya pribadi ini sangat penting. Menjadi penting karena saya bisa merasakan perbedaannya, ini dikarena pengalaman saya bermain gitar yang sudah hampir 30 tahun lebih.
Kembali ke worth apa tidaknya gitar Gibson kembali ke masing-masing individu. Namun setidaknya di titik ini saya bisa memahami kenapa gitar Gibson yang dijual dengan harga yang lebih tinggi dari gitar Epiphone. Selain itu gitar Gibson semuanya made in USA, dan ini yang membuat harga menjadi jauh lebih tinggi karena SDM yang digunakan adalah orang-orang Amerika, dengan gaji Amerika, berbeda dengan Epiphone yang pembuatannya paling banyak di Asia.
Semoga bermanfaat.

Komentar
Posting Komentar