Langsung ke konten utama

Belajar Gitar Perlu Ujian? Ini Alasannya

Ketika mendengar kata ujian, banyak orang langsung membayangkan nilai, sertifikat, atau sekadar syarat untuk naik level. Hal yang sama juga sering terjadi di dunia musik. Tidak sedikit yang berpikir bahwa belajar tidak membutuhkan ujian karena toh tujuan akhirnya hanya bisa memainkan lagu favorit.

Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu.

Musik bukanlah ilmu yang "sekadar hobi". Buktinya, musik dipelajari secara serius hingga tingkat universitas dan menjadi bidang keilmuan yang memiliki standar kompetensi. Memang, dibandingkan mata pelajaran seperti matematika, sains, atau bahasa, musik sering dianggap kurang penting karena termasuk dalam ranah minat dan bakat. Namun bukan berarti proses belajarnya bisa dilakukan tanpa arah.

Lalu, apakah belajar gitar benar-benar perlu mengikuti ujian?

Jawabannya adalah ya, jika tujuanmu bukan hanya bisa memainkan gitar, tetapi juga ingin terus berkembang menjadi musisi yang lebih baik.

Perlu dipahami bahwa ujian gitar bukan hanya tentang lulus atau mendapatkan sertifikat. Sertifikat hanyalah hasil akhir. Nilai terbesar dari sebuah ujian justru terletak pada proses yang membentuk kemampuan dan karakter seorang pemain musik.

Musisi sendiri tidak selalu berarti seseorang yang mencari nafkah dari dunia musik. Siapa pun yang menciptakan karya, bernyanyi, atau memainkan alat musik. Jadi, meskipun kamu bermain gitar hanya sebagai hobi, bukan berarti kamu tidak bisa berkembang layaknya seorang musisi.


1. Ujian Membangun Rasa Percaya Diri

Bayangkan seseorang yang baru pertama kali bekerja di sebuah perusahaan. Seiring bertambahnya pengalaman, ia akan menjadi lebih profesional karena terus menghadapi tantangan baru.

Hal yang sama terjadi dalam ujian gitar.

Setiap level memiliki standar dan tantangan yang berbeda. Lagu semakin sulit, teknik semakin kompleks, dan tuntutan musikalitas semakin tinggi. Sesuatu yang pada awalnya terasa mustahil, perlahan menjadi sesuatu yang bisa dicapai melalui latihan yang konsisten.

Ketika berhasil melewati tantangan tersebut, rasa percaya diri akan tumbuh secara alami. Bukan karena ingin mendapatkan pengakuan dari orang lain, tetapi karena kamu telah membuktikan kepada dirimu sendiri bahwa kerja keras memang menghasilkan perkembangan.


2. Melatih Fokus dan Dispilin

Musik adalah ilmu praktek. Kesalahan sekecil apa pun akan langsung terdengar. Itulah sebabnya bermain dengan baik membutuhkan latihan yang konsisten, fokus, dan disiplin.

Menjelang ujian, seseorang tidak hanya belajar memainkan nada dengan benar. Ia juga belajar mengatur waktu latihan, mengatasi rasa gugup, menjaga konsentrasi, dan tetap tenang ketika berada di bawah tekanan.

Kemampuan-kemampuan inilah yang sering kali terbawa ke kehidupan sehari-hari, bukan hanya ketika bermain musik.


3. Memberikan Pengalaman Tampil yang Sesungguhnya

Banyak orang belajar gitar hanya dimainkan di kamar. Tidak ada penonton, tidak ada tekanan, dan tidak ada rasa gugup. Padahal musik pada dasarnya adalah seni pertunjukan.

Ujian gitar bisa menjadi pengalaman tampil pertama yang aman. Suasananya memang berbeda dengan konser, tetapi tetap memberikan pengalaman nyata bermain di depan orang lain sambil dinilai oleh penguji.

Karena ada penilaian, peserta akan berusaha memberikan penampilan terbaiknya. Pengalaman seperti ini sangat berharga karena melatih mental, bukan hanya kemampuan bermain gitar.


4. Memberikan Tujuan yang Jelas

Salah satu penyebab seseorang berhenti belajar gitar adalah karena tidak memiliki target. Hari ini belajar chord, besok mencoba lagu baru, lalu berhenti begitu saja karena merasa tidak ada perkembangan.

Ujian memberikan tujuan yang jelas. Setiap level memiliki materi, teknik, dan kemampuan yang harus dikuasai sebelum melangkah ke tingkat berikutnya.

Dengan adanya target tersebut, proses latihan menjadi lebih terarah. Kamu tidak hanya berlatih agar gitar berbunyi, tetapi juga belajar menghasilkan teknik yang benar, kualitas suara yang baik, ritme yang stabil, serta musikalitas yang terus berkembang.


Menjadi Lebih Baik, Bukan Sekedar Lulus

Pada akhirnya, tujuan mengikuti ujian gitar bukanlah mengejar sertifikat atau membuktikan bahwa kita lebih hebat dari orang lain.

Ujian adalah sebuah proses untuk melihat sejauh mana perkembangan kita sebagai seorang pemain musik.

Kepercayaan diri yang lebih kuat, disiplin yang lebih baik, pengalaman tampil di depan orang lain, dan arah belajar yang jelas adalah hal-hal yang jauh lebih berharga daripada selembar sertifikat.

Karena pada akhirnya, music exams are not just about passing. They're about becoming a better musician.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ganti Senar? Apakah Senar Gitar Harus Diganti Bersamaan?

Dalam konteks ini ada dua hal yang menjadi perhatian. Yang pertama adalah ketika akan mengganti satu set gitar, apakah harus dilepas semua terlebih dahulu atau diganti satu persatu. Dan konteks yang kedua adalah jika ada salah satu senar gitar yang putus, apakah kita cukup menggantinya dengan senar yang putus tadi atau menggantingya dengan satu set? Mari kita bahas satu persatu dimulai dengan jika kamu mengganti senar langsung satu set.  Awalnya saya juga agak bingung ketika pertama kali mengganti senar satu set. Apakah senar harus saya lepas semua, lalu memasangnya semuanya. Atau melepas satu senar lalu langsung menggantinya dengan semar yang baru? Buat kamu saja yang mengalami kebingungan sama seperti saya dulu, pada dasarnya semua cara tadi diperbolehkan. Setidaknya dari pengalaman saya,. Saya mencoba dua cara tadi dan kedua menurut saya cukup aman.Tidak ada pengaruh pada settingan neck pada gitar. Hal yang berpengaruh pada setting neck gitar adalah ketika kita mengganti senar g...

Apa Untungnya Menggunakan Senar Tipis dan Sebaliknya?

Jika kamu ke toko musik untuk membeli senar, biasanya mereka menjual berbagai jenis dan ukuran senar gitar. Sering kali hal ini membingungkan terutama buat kamu yang baru sekali dua kali membeli senar gitar. Sebagai beginner seperti saya dulu, taunya ukuran senar gitar itu sama. Kenyataannya tidak. Ambil contoh saja senar gitar akustik yang ada dipasaran ada ukuran 0.10 ,hingga 0.13. Ukuran ini berpatokan pada ketebalan pada senar satu. Belum lagi variasi ketebalan senar yang berbeda pada senar 6 walaupun ukuran senar satunya sama. Pastinya jika kamu akan menggunakan ukuran senar yang berbeda kamu harus menseting ulang neck gitar kamu. Karena ketebalan senar akan berpengaruh pada tegangan (stress/tarikan) pada neck dan bodi gitar. Jika seting pada neck gitar tidak sepadan dengan dengan tarikan senar gitar maka neck gitar berpotensi menjadi bengkok. Secara langsung ketebalan senar akan berpengaruh pada feel dan sound gitar kamu. Dengan senar yang lebih tipis tentu saja suara yang di...

Kapan Kamu Harus Berhenti Kursus Gitar?

Kenapa hal ini harus dipertanyakan? atau akan saya tanya dengan apakah kamu kursus gitar seumur hidup kamu? Bisa iya, namun kebanyakan akan menjawab tidak. Alasan paling sederhana adalah karena biaya. Tapi ternyata dari pengalaman saya mengajar gitar yang sudah lebih dari 10 tahun bukan biaya alasannya. Baik, kita lihat sistem pendidikan kita. SD, SMP, SMA, Sarjana dan seterusnya. Semua selalu ada mulai dan akhirnya. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa sebenarnya kita tidak berhenti belajar walaupun kita telah lulus dari S3 sekalipun. Ada beberapa orang di antara kita yang haus akan ilmu, ada yang haus akan informasi, ada juga yang hanya rasa penasaran. Untuk belajar musik  baik itu pastinya ada langkah demi langkah. Ini tidak berbeda dengan belajar di sekolah yang lebih banyak pendekatan untuk pendidik formal. Maka dari itu dalam sebuah kursus atau sekolah musik biasanya ada grade yang menandakan pencapaian tertentu skill tertentu.  Sama kaya SD selama 6 tahun, SMP 3 tahun...