Sabtu, 30 Juli 2016

Kenapa Belajar Gitar Jangan Otodidak

Beberapa tahun yang lalu selepas latihan di studio, saya dan teman-teman yang tergabung dalam band itu biasa mengobrol yang sebagian obrolannya adalah mengenai musik.

Agak aneh juga karena kita semua berawal pada titik yang sama, yaitu belajar musik secara otodidak, namun ya pada akhirnya sebagian dari kita juga berguru pada yang lebih ahli atau mengambil kursus. Yang hal ini membuat teman saya sempat nyeletuk "kalau semua ilmu belajar otodidak, sekolah bisa gak laku".

Ok, diatas adalah gambaran, kenapa akhirnya saya pribadi tidak meneruskan belajar gitar secara otodidak. Saya mungkin akan berkata sedikit kasar, mungkin kita sendiri terlalu pelit untuk mendapatkan ilmu. Ini di luar konteks beasiswa atau orang-orang yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Pada jaman dahulu ketika "mungkin" hidup jauh lebih sederhana. Si A ingin makan apel, si A hanya punya pisang. Si B punya Apel banyak tapi tidak punya pisang. Akhirnya si A menawarkan pisangnya ke B untuk mendapatkan apel.

Istilahnya adalah tidak ada makan siang gratis. Jika kita ingin mendapatkan ilmu tentu ada yang "dikorbankan".

Balik ke judul diatas kenapa saya mengatakan jangan belajar gitar otodidak? Well, yang artinya kita belajar kepada yang lebih ahli. Ahli disini bisa dilihat secara akademis, jam terbang, karya yang sudah di akui dan lain lainnya.

Misal, si A itu lulusan Yamaha Grade sekian, atau si A itu selalu menjadi musisi cabutan band ternama, si A itu pernah merilis Album, si A lulusan ABRSM, si A itu sarjana seni, si A itu dosen musik dan lain sebagainya.

Dari sini juga kita mengetahui prinsip belajar yang benar. Contoh kita sekolah belajar matematika, tentu saja gurunya yang memang ahli di bidang itu. Dan kenyataan kita semua berharap sekolah ke jenjang paling tinggi untuk mendapatkan ilmu dan kita juga membayar (sejumlah uang/biaya/waktu dll).

Jadi kenapa jangan belajar gitar otodidak? Maka akan banyak hal yang bisa kita capai jika kita belajar dengan ahlinya, yaitu melalui kursus atau lembaga lainnya (independen).

Yang pertama tentu saja ini akan mempercepat proses belajar. Proses belajar disini bisa lebih cepat 2 hingga 4x dibanding belajar gitar secara otodidak. Ibarat jika berkendara yang satu lewat jalan umum yang satu lewat tol. Ingin cepat maka siapkan dana lebih. Kita tentu tidak ingin membuang-buang waktu secara cuma-cuma kan!

Yang kedua adalah salah satu yang terpenting yaitu meminimalisir kesalahan. Christiano Rolando salah satu pesepakbola terbaik didunia selalu dibawah asuhan pelatih-pelatih hebat. Dengan belajar dengan pelatih hebat dia bisa meminimalisir kesalahan dan membangun kemampuan terpendamnya menjadi lebih maksimal.

Saya tahu tidak semua orang punya bakat yang sama di bidang musik. Maka dari itu seorang pengajar akan membimbing dengan benar apa yang di butuhkan jika seseorang belajar gitar. Sederhananya mereka sudah lebih dahulu melalui hal itu jadi mereka akan berbagi, mana teknik yang benar mana yang salah.

Kenapa hal ini sangat mendasar, karena membangun teknik di awal-awal belajar gitar itu akan memudahkan kedepannya untuk berkembang. Jadi jika seorang ingin berkembang dalam permainan ke arah (Grade) yang lebih tinggi akan lebih mudah.

Membangun dan melatih teknik yang benar itu sama saja dengan melatih kebiasaan yang baik dan benar. Ibarat pola hidup sehat dengan makan makanan yang sehat menjauhi alkohol dan rokok dan berolah raga yang cukup.

Jadi, "jangan" bukan berarti mutlak, ini hanya sebuah pilihan, karena saya pernah mengalaminya dan saya rasa, saya membuang cukup banyak waktu dan pikiran. Tidak ada salahnya dan banyak benarnya (menurut saya) jika kita ingin mempelajari suatu ilmu apapun ilmunya kita diharuskan membayar. Dengan kita belajar gitar dengan seorang ahli dengan fee tertentu sekaligus membuat kita lebih serius untuk belajar, karena secara mindset kita tidak membuang uang kita secara cuma-cuma.

Semoga bermanfaat.

Harwindho
Belajar Gitar Online gak pake ribet.

Selasa, 23 Februari 2016

Belajar Tangga Nada Itu Omong Kosong

Sungguh? Tidak semua musisi mengatakan itu, setidaknya saya pernah mendengar ucapan itu sekali dua kali. Namun yang cukup berbahaya ketika orang yang membicarakan itu tidak tahu apa yang dibicarakan dan orang yang mendengarkan (yang baru belajar gitar) percaya hal itu.

Tentu saja belajar tangga nada itu sangat membosankan, itu juga pengalaman saya dan pengalaman murid-murid saya yang baru belajar gitar terutama mereka yang masih muda (baca: anak dibawah 12 tahun).

Namun ini juga menjadi tantangan saya sebagai pengajar, dimana tidak bosan-bosannya menekankan pentingnya melatih tangga nada.

Namun ada kalanya (menurut saya) belajar tangga nada itu omong kosong. Kita perhatikan saja orang-orang yang ingin bisa bermain gitar secara instan. Mereka menonton televisi yang sedang menyajikan acara inbox dan sejenisnya lalu terinspirasi untuk belajar gitar. "Yang penting bisa buat nggenjrang-nggenjreng mas sambil nyanyi nyanyi".

Gampangnya jika motivasi hanya sebatas itu saya hanya ajarkan akord-akord dan cara menggenjreng, selesai sudah. Mudah bisa, dan mudah....lupa (mungkin).

Maka akan saya bandingkan dengan masa kita belajar di sekolah dasar, menengah dan atas (SD, SMP, SMA) hingga kuliah. Dimana kita belajar lebih dari 12 tahun ditambah berapa lama kamu menyelesaikan study di perguruan tinggi.

Kita tahu betapa sederhananya anak mulai mengenal huruf dan angka, lalu mengkombinasikannya menjadi sebuah kata-kata, kalimat, paragraf dan cerita hingga matematika ber-akar dan ber-integral. Lalu berapa persen ilmu yang kita pakai selama study digunakan dalam mengais rejeki, bekerja di sebuah perusahaan atau memulai bisnis sendiri.

Saya akan sependapat bahwa kemampuan membaca dan menghitung sederhana adalah yang paling esensial, kan tidak mungkin seorang melanjutkan ke jenjang sarjana tanpa bisa baca ataupun berhitung.

Inilah yang saya sebut esensial, ini yang membuat saya belajar tangga nada tanpa henti, ini yang membuat saya setuju dengan segovia dan musisi-musisi lain bahwa tetap melatih tangga nada. Bagaimana belajar gitar dan musik di mulai dengan tangga nada dan belajar tangga nada itu BUKANLAH omong kosong.




Kamis, 21 Januari 2016

Cara Belajar Gitar Yang Praktis

Pada jaman seperti ini banyak orang-orang yang ingin bisa sesuatu secara instan, termasuk bisa bermain gitar secara instan atau praktis. Apakah itu mungkin?

Idealnya, belajar bagaimana bermain gitar itu tidaklah berbeda dengan ilmu-ilmu yang lain. Baik ilmu yang ke arah keterampilan maupun pendidikan formal. Semuanya ada urutannya, atau ada silabusnya. Ini dikarekakan step-step ini saling berhubungan satu dengan yang lain.

Beda cerita dengan orang yang ingin belajar gitar secara praktis namun hanya mencontoh temannya yang sekedar bisa. Di titik tertentu dia merasa mentok, lalu belajar ke temennya yang lain, seterusnya dan seterusnya. Sampai pada akhirnya ada temennya yang "nyeletuk" kenapa gak ambil kursus aja?
Wah nanti kalo ambil kursus, gak bisa ini itu lah dan lain lain.... :-)

Jika pola pikir kita bahwa musik itu juga ilmu, secara kenyataannya pendidikan musik ada jenjang S1, S2 bahkan S3. Artinya Musik itu juga ilmu pengetahuan. Maka tidak ada salahnya jika belajar dengan benar melalui kursus. Toh jika semua ilmu bisa dipelajari sendiri, maka sekolah jadi tidak laku :-p.

Jadi cara belajar di atas tentulah tidak praktis, karena saya sendiri yang mengalaminya. Ilmu yang saya pelajari hingga 10 tahun, bisa diselesaikan murid saya 3 tahun bahkan kurang.

Jadi belajar gitar yang praktis seperti apa? karena bermain gitar itu adalah keterampilan maka cara yang paling praktis adalah meniru persis apa yang diajarkan oleh pengajar. Jangan mencoba untuk berimprovisasi pada materi terutama di awal-awal belajar gitar. Lalu ikutian step by step atau langkah demi langkah sesuai apa yang di ajarkan pengajar.

Nah langkah demi langkah ini adalah tugas guru/pengajar gitar seperti saya. Jadi saya sarankan jika kamu benar-benar ingin belajar gitar secara praktis maka ikutilah kursus. Jika kamu memiliki waktu maka carilah tempat kursusan yang dekat dengan tempat tinggal.

Mau di kota apapun, tidak harus kursusan yang terkenal. Sesuaikan saja dengan budget bulanan kamu. Karena pada dasarnya tiap kursusan memiliki ilmu yang tidak jauh berbeda.

Lalu seandainya ada waktu untuk belajar atau kursus gitar tapi tidak selalu tiap minggu, juga ada kendala biaya. Gimana donk? kamu bisa ikuti kursus gitar online, karena saya juga menyediakan kursus gitar online. Selain biaya murah, pembelajaran yang langkah demi langkah plus video dan ebook yang bisa kamu pelajari berulang di tambah free konsultasi seandainya dalam kursus mengalami kendala.

Buat kamu yang di daerah Yogyakarta, saya merekomendasikan tempat kursus dengan biaya murah dan di daerah kota, dengan klik disini.

Salam
Harwindho